Lanjut ke konten

Mengelola Bauran dan Lini Produk

Desember 18, 2011

Mengelola Bauran dan Lini Produk

1.1   Sistem Produk

è Sistem produk adalah sekelompok barang yang berbeda tetapi berhubungan dan berfungsi dengan cara yang kompatibel.

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2   Bauran Produk

è Disebut juga pilihan produk adalah kumpulan semua produk dan barang yang ditawarkan untuk dijual oleh penjual tertentu. Bauran produk terdiri dari berbagai lini produk yang dikelola oleh suatu perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3   Empat Dimensi Bauran Produk

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Lebar bauran: berapa banyak macam lini produk perusahaan.

berdasarkan gambar diatas memiliki 5 lini produk, yakni lini margarine, sabun mandi, shampoo, pasta gigi, detergen.

  • Panjang bauran: jumlah unit produk dalam bauran produknya (jumlah seluruh mereknya).

Gambar diatas memiliki panjang bauran sebesar 13.

  • Kedalaman bauran produk: berapa banyak varian yang ditawarkan tiap produk dalam lini tersebut.

Bauran produk diatas setiap lininya memiliki rata-rata kedalaman sebesar 3 (13/ 5)

  • Konsistensi bauran produk: mengacu pada seberapa erat hubungan berbagai lini produk dalam hal penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi dll.

Bauran produk diatas tidak memiliki konsitensi bauran produk, hal ini dikarenakan margarine bukannya produk yang memiliki fungsi yang sama dengan sabun mandi, shampoo, dll.

 

1.4   Lima tingkatan produk (Menurut Kotler (2003:408))

  1. Core benefit: manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
  2. Basic product: bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
  3. Expected product: serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
  4. Augmented: sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
  5. Potential product: semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

 

1.5   Klasifiksi Produk

1.5.1     Berdasarkan wujudnya

  1. Barang

Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.

  1. Jasa

Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.

1.5.2     Berdasarkan aspek dan daya tahannya

  1. a.    Barang tidak tahan lama (Nondurable goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.

  1. b.    Barang tahan lama (Durable goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.

1.5.3     Berdasarkan tujuan konsumsi

  1. Barang konsumsi (Consumer’s goods)

Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.

  1. Barang industry (Industrial’s goods)

Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.

1.5.4     Berdasarkan volume permintaan dan promosi penjualan

  1. Produk Inti (core products)

Merupakan jenis produk yang memiliki volume penjualan yang tinggi, yang disertai dengan tingkat promosi yang tinggi pula. Contoh: Televisi.

  1. Produk Dasar (staples)

Merupakan jenis produk yang memiliki volume penjualan yang rendah, yang disertai dengan tingkat promosi yang rendah pula. Contoh: Butik.

  1. Produk Khusus (specialties)

Barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Jenis produk ini memiliki volume penjualan yang rendah, namun memiliki tingkat promosi yang tinggi. Contoh: mobil Merci dan Lamborghini.

  1. Barang Sehari-hari (covenience items)

Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contoh: kertas dan kantong plastic.

 

1.6   Perpanjangan Lini

  1. Perpanjangan bawah pasar

Suatu perusahaan yang berada di pasar menegah ingin memperkenalkan lini dengan harga yang lebih rendah karena salah satu dari ketiga alasan berikut:

-       Mengamati bahwa pembeli yang menginginkan barang dengan harga yang sesuai dengan nilainya bertambah jumlahnya.

-        Untuk membatasi gerakan pesaing yang mencoba untuk beralih ke pasar lapis atas.

-       Telah menemukan bahwa pasar menengah sedang mengalami stagnansi atau mundur.

Perusahaan menghadapi sejumlah pilihan penentuan nama dalam memutuskan gerakannya ke bagian bawah pasar.

-       Menggunakan nama merek induk dalam semua penawarannya.

Contoh : Sony menggunakan namanya pada produk-produk di berbagai tingkatan harga.

-       Meluncurkan penawaran harga murah dengan menggunakan nama submerek.

-       Meluncurkan penawaran harga murah di bawah nama yang berbeda. Strategi ini malah diimplementasikan, dan konsumen mungkin tidak menerima merek baru yang mempunyai ekuitas lebih rendah dari  nama merek induk.

  1. Perpanjangan atas pasar

Perusahaan mungkin ingin memasuki bagian atas pasar untuk mencapai pertumbuhan yang lebih besar, untuk mewujudkan margin yang lebih tinggi, atau hanya memposisikan dirinya sendiri sebagi produsen lini penuh. Contoh: laptop.

  1. Perpanjangan dua-arah

Perusahaan yang melayani pasar menengah dapat memutuskan untuk memperpanjang lini mereka ke kedua arah. Contoh: PT.KAI menyediakan penawaran harga kedalam 3 jenis penawaran yakni kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif.

 

1.7   Pengisian Lini

Pengisian lini disini dilakukan oleh perusahaan agar dapat mengubah komponen produk dari bauran pemasarannya dengan cara modernisasi, penampilan, dan pengurangan lini produknya. Modernisasi disini dapat kita lihat contohnya seperti pada handphone Samsung yang dulunya tanpa OS, kini handphone ada juga yang menggunakan OS (Android). Penampilan the botol sosro yang dulu hanya tersedia dalam kemasan botol, kini the botol sosro menciptakan kemasan baru yang efesien untuk dibawa kemana-mana yakni dalam kemasan kotak. Dan yang terakhir adalah pengurungan lini produk, seperti misal seperti yang kita ketahui saat ini handphone nokia 6600 telah tidak diproduksi kembali, hal ini merupakan strategi dari perusahaan Nokia untuk mengubah komponen produk dari bauran pemasarannya.

Terdapat beberapa motif untuk pengisian lini, meliputi: menghasilkan laba tambahan, berusaha memuaskan penyalur yang mengeluh kehilangan penjulan karena item yang tidak tersedia dalam lini, berusaha menggunakan kelebihan kapasitas, berusaha menjadi perusahaan lini penuh terkemuka, dan berusaha menambal lubang untuk menyingkirkan pesaing.

 

1.8   Penetapan harga bauran produk

1.8.1     Penetapan Harga Lini Produk

-       Penggunaan titik harga

Dalam jenis ini, penetapan harga suatu produk akan mempengaruhi anggapan konsumen mengenai kualitas produk tersebut. Jaket dengan harga 75.000, 150.000, dan 225.000, konsumen beranggapan bahwa jaket dengan harga 150.000 memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan jaket yang memiliki harga 75.000.

-       Penawaran produk opsional

Dalam jenis ini, penetapan harga didasarkan pada tambahan fitur opsional. Seperti misal Blackberry Gemini 3G memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga Blackberry Gemini yang tanpa 3G.

1.8.2     Penetapan Harga Produk Terikat

Dalam jenis ini, produk harus menggunakan tambahan. Contoh: Obat nyamuk elektrik baygon, selain alat, isi ulang harus di beli. Harga alat terlihat murah jika dibeli sepaket dengan isi ulangnya.

1.8.3     Penetapan Harga Dua Bagian

Penetapan harga jenis ini biasanya digunakan oleh perusahaan jasa yang menawarkan biaya tetap dan biaya variable. Seprti misalnya jasa air PDAM tita raharja. Harga minimum kecil dan terdapat biaya jika melebihi kuota dari biaya minimum.

1.8.4     Penetapan Harga Produk Sampingan

Penetapan harga jenis ini didasarkan pada produk sampingan yang juga memiliki manfaat untuk dijual. Seperti misal harga daging dapat diturunkan dengan laba dari limbah sapinya di jual untuk pupuk.

1.8.5     Penetapan Harga Paket Produk

-       Pemaketan murni

Contoh dari jenis ini adalah paket internetan Telkomsel Flash, paket internet akan terlihat lebih murah jika kita langsung membeli paket internet dengan quota 2GB dibandingkan ketika kita tidak menggunakan paket internet Flash.

-       Pemaketan campuran

Ketika kita membeli paket makan di Mc.Donald, dapat kita lihat bahwa disini kita akan mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan ketika kita membelinya sat per satu item makanan.

About these ads
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: